learn . love . laugh

Showing posts with label Thoughts. Show all posts
Showing posts with label Thoughts. Show all posts

Breathe

| on
June 05, 2026

 


Halooo...


Beberapa bulan terakhir, warga negara Indonesia mungkin merasa lelah dengan berbagai kebijakan pemerintah, yang entah kenapa ada aja gebrakannya.


Kayak rekor banget, satu hari satu berita jelek, rupiah yang kian melemah, IHSG yang merah, dan kita yang cuma bisa bertahan. 


Kadang-kadang rasa cemas itu muncul, bertanya-tanya tentang kondisi Indonesia di masa depan, apakah anak-anak bisa bertahan juga? 


Alhasil yang bisa dilakukan sekarang adalah berdoa sebanyak banyaknya, yakin kalau Allah akan selalu melindungi, berusaha tetap berpikir positif di tengah berita negatif yang tidak ada habisnya. 

Berusaha tetap yakin kalau semua ini pada akhirnya terlewati juga...

Semoga...

Curhatan saat Pandemi

| on
September 10, 2020

Haloo halooo !


Ketemu lagi di blog setelah beberapa bulan. Ternyata sudah sekitar lima bulan sejak pandemi dimulai, entah sampai kapan, mungkin virusnya masih tetap ada walaupun vaksin sudah ditemukan, who knows? Di Indonesia, sampai sekarang kasus positif masih meningkat, perkiraan puncaknya baru terjadi pertengahan tahun depan, hufh, entah berapa banyak lagi tenaga kesehatan yang menjadi korban, huhu. 


Terus sekarang nulis di blog karena mau curhat, karena kalau curhatnya di media sosial, kasian para pembaca media sosial yang mendapat energi negatif, kalau di blog kayaknya lebih aman 😂. Lima bulan ini rasanya nano-nano, seneng karena Alhamdulillah masih bisa WFH dalam jangka waktu yang lama dan tidak mengalami pemotongan gaji, tapi juga merasa was-was dan lelah, karena yaa ampun, capee juga gaa bisa banyak berinteraksi dengan orang, gaa bisa ketemuan temen-temen, gaa bisa jalan-jalan seperti biasanya.


Selama lima bulan ini, lebih banyak di rumah, pergi keluar kalau ada perlu, menghadiri nikahan teman tapi nungguin tamunya sampai sepi, terus baru pergi ke mall dua kali, itu juga akhirnya memberanikan diri, untuk makan dan jalan-jalan sebentar, terus pulang lagi. Masih belum berani nongkrong-nongkrong kayak masa sebelum pandemi, tetap pakai masker dan pake hand sanitizer berulang-ulang. Makanya takjub banget sekarang ngeliat orang-orang yang udah pada liburan jauh, asik reunian, kadang tanpa masker, bangga posting hasil rapid test negatif, padahal hasilnya kadang gaa akurat, sungguh gaa heran kalau angka positif di Indonesia naik terus. 


New normal? huh? 

Membaca Masa Lalu

| on
October 09, 2019

Hari ini gue iseng buka Tumblr lagi, ada yang punya Tumblr juga gaa?

Setelah sempat diblokir sama Kominfo selama beberapa waktu, mini blog ini jadi kayak mati suri gitu, mungkin efek ada media sosial lain juga yaa.

Hello, July!

| on
July 31, 2019

Halooo !

Tidak terasa sudah memasuki hari terakhir bulan Juli, salah satu bulan favorit saya, karena saya berulang tahun, hehe. 
Tahun ini genap berusia 27 tahun, masih muda, masih punya banyak hal yang belum dicoba, masih banyak petualangan di luar sana yang menunggu untuk dijelajah.

Ulang tahun kali ini terasa begitu banyak berkah yang diberikan Allah SWT. Kalau tahun lalu saya membuat daftar pelajaran di umur 26 tahun (bisa dibaca di sini). Tahun ini mau menuliskan gratitude list. 

Jadi, di usia sekarang, saya bersyukur karena masih bisa merasakan dan mengalami hal-hal berikut...

1. Minggu awal Juli, bisa menemani Dika lari half marathon di UI, sengaja ikutan demi bisa beli lumpia basah, haha. Pas banget abangnya baru buka pas kita lewat gerobaknya, sempet nungguin abangnya beres-beres pula, jadi pelanggan pertama deh. 


2. Orang-orang terdekat masih ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun di hari H, Dika dengan isengnya bagi-bagi Kopi Kenangan untuk yang berhasil membuat ucapan paling bagus via IG stories. Entah  mengapa banyak yang nyuruh sabar menghadapi Dika, padahal kan Dika yang lebih sabar sama saya. 

3. Akhirnya punya tas ransel Fjallraven Kanken, hasil malak kado dari Dika, hehehe. 

4. Mendapat kejutan kue ulang tahun di kantor seperti tahun lalu, kuenya warna pink pula, not so me, tapi rasanya enak, manis asam rasa yogurt. Gak lupa juga pada ngasih kado, Alhamdulillah.

5. Mendapat oleh-oleh tas dari mama yang baru pulang dari Amerika, lumayan tas Coach dan Kipling. Makin banyak euy koleksi tasnya, padahal tempat nyimpennya segitu-gitu aja. 

6. Adek saya akhirnya keterima kuliah di UGM, akuntansi internasional, Alhamdulillah masuk universitas negeri semua. Semoga dia bisa berkuliah dengan lancar di sana. 

7. Dapat kabar kalau papa naik jabatan di kantornya, tadinya papa udah gaa ngarep lagi, tapi Alhamdulillah ternyata masih diberi amanah baru. 

8. Terus akhir pekan lalu, belanja-belanja di JakartaxBeauty Senayan City, untung gaa kalap-kalap banget, walaupun tetap out of budget dari yang direncanakan sebelumnya, dan sekaligus ketemuan sama sohib kuliah, seharian keliling mall, kaki pegal tapi hati senang.
Mereka gaa nanya-nanya mau kado apa, tapi ternyata diberikan kado yang sesuai wishlist barang di Tokopedia, rezeki memang gaa kemana. 

9. Bulan ini juga masih ditanyakan beberapa kali tentang punya anak, udah mulai gaa terlalu dipikirkan, tapi berencana untuk mulai coba periksa ke dokter, doakan yaa semoga bisa melewati semua dengan tenang. 

10. Bulan ini mulai menulis jurnal lagi, untuk mengurangi pikiran-pikiran yang tidak perlu, terus saya mulai yoga lagi supaya badan lebih sehat, dan bisa tetap makan enak tapi khawatir gendut, haha. Bulan depan mau coba tantangan baru, yaitu mengurangi gula selama 30 hari, semoga berhasil.

Sekian rekap ulang tahun kali ini. See you !

Menunggu Giliran

| on
July 08, 2019


Setiap mendengar kabar duka, entah mengapa saya merasa seperti diingatkan kembali bahwa usia memang tidak ada yang pernah tahu.

Kematian selalu menjadi misteri tersendiri. Tapi, tak seperti menjemput jodoh dan rezeki yang senantiasa dipersiapkan sedemikian rupa, kita terkadang terlena bahwa nyawa yang kita punya hanyalah titipan semata, yang bisa direnggut sewaktu-waktu, tanpa persiapan apa-apa.
Padahal, kita semua tahu setiap manusia yang bernyawa nantinya akan mati, sesuai dengan takdirnya masing-masing.

Saya menyadari bahwa makin hari, sungguh tidak tertebak usia manusia, dulu kematian identik dengan orang-orang yang sudah berumur, sekarang, banyak yang usia muda sudah meninggal dunia.

Membuat saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya cukup menabung bekal amal untuk akhirat kelak?. Terkadang saat membaca kabar duka di media sosial, saya suka mengunjungi halaman media sosial yang bersangkutan, ingin tahu seperti apa sosoknya, seperti apa postingan terakhirnya. Terasa iseng yaa, namun dari sana, saya jadi membayangkan sendiri kalau suatu hari nanti saya sudah tidak ada di dunia, kira-kira apa yang saya tinggalkan, apakah bermanfaat atau tidak, berandai-andai apa yang kelak orang-orang terdekat saya rasakan ketika saya sudah tidak ada di dunia.

Berpikir tentang suatu hari nanti akan tiba giliran saya untuk meninggalkan dunia, saya jadi suka cemas, khawatir bekal pahala masih kurang banyak. 
Jadi, saat ini, saya hanya bisa berusaha sebisa mungkin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain, semoga tabungannya nanti cukup untuk di akhirat, karena pada dasarnya, dunia ini hanya persinggahan semata.

Kita sedang menunggu giliran, bukan?

-----------------------------------

picture credit

Life Update

| on
April 22, 2019

Hallooo !

Ingin hati menulis setiap minggu, tapi apa daya, ujung-ujungnya hanya berhasil memposting tulisan sekali sebulan, gapapa deh yaa, yang penting tetap menulis *mencari pembenaran.
Jadi tulisan ini dibuat untuk update kehidupan di triwulan pertama tahun 2019. 

Beberapa bulan terakhir, saya merasa disibukkan dengan pekerjaan, selama empat bulan ini baru berhasil baca sekitar tiga buku, sekarang masih progress baca beberapa buku di Kindle, tapi berhubung bukunya bahasa Inggris, jadi lama banget tamatnya. Anyway, ternyata membaca buku di Kindle itu beneran enak yaa, karena cahayanya ke dalam, jadi mata ga sakit karena lama-lama liat gadget, terus gaa usah susah payah mikirin gimana caranya nyimpen buku, karena semua udah di satu gadget, untuk yang gaa punya tempat penyimpanan besar kayak saya, ini membantu sekali. Walaupun demikian, memang tidak ada yang mengalahkan wangi cetakan buku baru, haha. Tapi saya tetap membali buku untuk yang benar-benar ingin dikoleksi. 

Selain pekerjaan, pikiran beberapa bulan ini dipenuhi dengan keinginan untuk melanjutkan S2, masalahnya saya sendiri masih ragu apakah mau lanjut S2 profesi psikologi atau magister yang lain, khawatir kurang mampu menjalani proses kuliahnya, eh tapi kalau gaa dicoba, mana tau yaa. Jadi, sekarang saya mau coba untuk mempersiapkan ikutan beasiswa tugas belajar, karena ternyata kuliah S2 merupakan salah satu bucket list saya, hehe. Doakan ya, semoga bisa memilih jurusan yang sesuai dengan diri dan impian sehingga gaa sia-sia nanti belajarnya. 

Lalu, tanggal 17 April 2019 kemarin, ada pelaksanaan pemilu untuk memilih capres-cawapres dan calon legislatif di Indonesia, dan seperti pemilu-pemilu sebelumnya, hawa panas terasa sekali, apalagi kalau ada yang mengikuti berita politik di media sosial, wah gaa ngerti lagi deh kenapa setiap orang seolah berlomba-lomba menjatuhkan pihak lain, kenapa gaa mencoba untuk ngasih tau kelebihan calon yang diusungnya tanpa jelekkin calon lain, ahh tapi mungkin memang lebih mudah begitu, lebih gampang melihat kejelekan orang lain daripada melihat kelebihannya kan?
Tapi pemilu kali ini benar-benar melelahkan, hoax bertebaran, masing-masing kubu saling menjatuhkan, rasanya ingin cepat-cepat melewati terus ke tahun 2024, semoga pemilunya lebih bermartabat, paling tidak, semoga orang-orangnya bisa saling menghargai satu sama lain. 

Terus apalagi yaa, oh ya, bulan ini, demi mewujudkan berat badan idaman, akhirnya memutuskan untuk mengikuti kelas yoga kembali, lumayan ternyata efeknya untuk badan, jadi gaa gampang pegel. Selain itu, akhirnya bisa beli Hurom Juicer juga, wishlist juicer entah dari jaman kapan berhasil kebeli juga, dulu mikir banget mau beli ini karena harganya di atas rata-rata juicer lain. Mungkin saya akan bercerita terkait Hurom Juicer ini di tulisan terpisah. 

Baiklah, sepertinya sampai disini dulu update hidup beberapa bulan ke belakang. Doakan semoga masih bisa rajin nulis untuk bulan-bulan berikutnya. 

Sampai jumpa lagi !

Rencana-Rencana

| on
March 25, 2019
Banyak yang bilang kalau resolusi yang dibuat setiap awal tahun biasanya akan berakhir dengan kegagalan alias ujungnya tidak dilakukan juga. Tapi, entah mengapa saya tetap aja membuat rencana, supaya ada arah dalam menjalani tahun 2019 ini. Jadi, walaupun seandainya di akhir tahun, ada beberapa rencana yang tidak terealisasi, saya tahu bahwa saya sudah melalui sebuah proses.



Beberapa rencana tahun 2019, adalah sebagai berikut:

1.Lebih banyak olahraga (resolusi dari tahun ke tahun, haha).
Target tahun ini berharap bisa konsisten min. 2x workout/minggu. Kalau tahun lalu sampai ikutan member perbulan di House of Shafa, Tebet, tahun ini saya mulai untuk mencoba olahraga di rumah saja, berbekal video youtube, murah meriah, hemat waktu juga, terus saya juga mengunduh aplikasi workout di hp supaya ada notifikasi pengingat untuk olahraga.  

2.Baca lebih banyak buku.
Tahun ini target baca 19 buku, kenapa 19? karena ini tahun 2019 😂. Semoga bisa lebih dari target, karena awal tahun kemarin akhirnya memutuskan untuk membeli Kindle, jadi sebenernya udah gaa ada alasan untuk gaa baca buku, supaya Kindle-nya juga gaa mubadzir karena jarang digunakan.

3.Save more money.
Agar tidak selalu spend,spend,spend. Saya juga menggunakan aplikasi Money Lover versi premium di hp untuk mencatat pengeluaran. Kali ini, saya mencoba untuk lebih telaten menulis setiap pengeluaran yang dilakukan, terutama untuk pengeluaran personal (karena kalau untuk pengeluaran keluarga udah dibudget di awal bulan), setelah dicek, ternyata selama tiga bulan ini, saya masih boros untuk jajan barang yang sebenarnya gaa penting-penting amat, cuma karena kepengen aja, huhuhu. Keliatannya harganya murah, tapi ternyata setelah diakumulasi dalam sebulan, jumlah uangnya bisa buat investasi, mari semangat mengencangkan dompet lagi. 

4.Terakhir, travel more!
Tahun ini semoga bisa jalan-jalan ke minimal dua tempat baru, semoga bisa lebih itu, karena saat ini, jalan-jalan adalah sebuah kebutuhan, eh gimana.

Demikianlah rencana-rencana tahun ini dibuat sedemikian rupa, semoga di akhir tahun nanti tidak berakhir menjadi wacana semata.

The Beginning

| on
January 02, 2018


Halo 2018!

Hari pertama di tahun 2018 tentu banyak harapan, resolusi, ataupun target-target yang mau dicapai selama setahun, yang semoga gaa jadi sekadar wacana. Kebetulan di Instagram lagi banyak yang ikutan tantangan bercerita 30 hari, saya diajakin juga, tapi kayaknya merasa belum sanggup komitmen, gantinya saya rutin nulis di blog aja, rencananya ingin publish dua tulisan setiap minggu, semoga bisa konsisten.

Untuk tahun 2018 ini, saya punya tema Simple Living, ingin hidup lebih sederhana, lebih minimalis, mengurangi pembelian barang-barang yang gaa perlu, lebih banyak menabung, hidup lebih sehat dengan rutin olahraga dan menjaga pola makan, serta lebih banyak menikmati hidup dan jalan-jalan. Terus saya juga kepikiran untuk melakukan 30 day challenge yang berbeda setiap bulannya selama tahun 2018 ini, untuk inspirasinya ngambil dari Pinterest, banyak banget ide-ide berbeda yang bisa dicoba setiap bulannya.

Challenge pertama di bulan Januari, saya punya rencana untuk mengikuti Social Media Detox selama 30 hari, ini juga salah satu alasan gaa ikutan 30 hari bercerita di Instagram *alasan aja* 😂. Selain itu juga, di bulan Januari ini, saya memutuskan untuk puasa belanja baju dan make up / skincare selama sebulan, ini salah satu cara untuk mengurangi pakaian di lemari. Nanti akan di update lagi gimana progress dan apakah berhasil dilakukan. 

Harapan lain di tahun 2018, sepertinya saya akan lebih memperbanyak belajar dan mengasah keterampilan diri, ingin ikut beberapa workshop atau seminar di luar pekerjaan. Terus saya juga ingin lebih cuek akan omongan orang lain (yang tidak signifikan untuk saya), sehingga saya bisa fokus pada kebahagiaan diri sendiri dan orang-orang terdekat. 

Sekian tulisan untuk mengawali awal tahun. Semoga 2018 terasa menyenangkan ! 

Hidup yang Dipertanyakan

| on
September 14, 2017

Seringkali diri ini bertanya-tanya mengapa begini, mengapa begitu, mengapa melewati ini, mengapa prosesnya terasa melelahkan, merasa tidak sanggup menjalaninya, dan seterusnya, terkadang kita tak akan menyadari jawabannya sampai waktunya tiba.

Mempertanyakan hidup yang dijalani tidak akan membawa kita kemana-mana, daripada tidak berhenti bertanya mengapa, mungkin pola pikir yang perlu diubah, bahwa setiap hal yang digariskan di hidup kita selalu mempunyai makna tersendiri, selalu ada alasan baik menyertainya. 

Optimis.
Saat ini mungkin tidak terlihat, tidak terasa, mungkin memang hanya belum saatnya. Tuhan meminta kita lebih bersabar, melewati setiap ujian, berat pasti, tapi akan ada waktu ketika semua terasa ringan. 

Ya, mungkin jawaban dari doa-doa yang dipanjatkan setiap malam itu dikabulkan dalam waktu yang tak sebentar, tapi pada akhirnya akan selalu  ada jawaban, bagi yang mau menengok lebih dalam...

..............

Dan pesan dariku:

untuk kalian yang senantiasa terus berjuang dalam keadaan yang serba terbatas.

untuk kalian yang tak mengenal lelah walau kadang hasil yang diharapkan tak sesuai kenyataan.

untuk kalian yang berusaha menyembunyikan setiap rasa sakit dengan sebuah senyuman.

.

terimakasih karena telah bertahan sampai sejauh ini.

"Sometimes it's okay not to be okay,

but,

please, never give up your life."

Menulis Kembali

| on
September 06, 2017


Menjelang akhir tahun 2016, saya merasa ingin aktif menulis di blog lagi, lalu saya memutuskan menulis dengan memilih platform wordpress. Awal membuat blog lagi ternyata bingung juga mau nulis topik apa, ujung-ujungnya yaa uneg-uneg pribadi, curahan pikiran, perasaan, dan ditambah pengalaman sehari-hari dan juga hal-hal lain, jadi semoga gaa melulu menulis tentang cinta-cintaan. ðŸ˜‡

Mengejar Impian

| on
July 28, 2017



Pada bulan April lalu, saya akhirnya pergi ke Jogja (lagi) yeayy ! Dalam rangka menghadiri wisuda S2 suami. Beberapa waktu lalu juga feed instagram dipenuhi dengan foto wisuda Unpad, rasanya jadi ingin kuliah lagi *lho.

Prosesi wisuda mungkin menjadi salah satu gerbang kehidupan selanjutnya. Mendapatkan gelar baru, memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan orang-orang tersayang. Satu langkah pendidikan tinggi yang berhasil diselesaikan.

Quarter Life Crisis: A Self Reminder

| on
May 30, 2017


Kurang lebih dalam 1,5 bulan lagi, saya akan memasuki usia 25 tahun, usia seperempat abad. Masa-masa dimana generasi millennial usia 20an katanya mengalami yang disebut quarter life crisis.

Di usia dimana saya telah berstatus menikah dan mempunyai pekerjaan yang cukup mumpuni ternyata tidak membuat saya terlepas dari quarter life crisis ini. Kenapa begitu? Karena akhir-akhir ini saya toh tetap mempertanyakan makna hidup yang sudah saya jalani. Terkadang masih suka galau kalau melihat posting-an orang lain di instagram atau path yang terlihat lebih sukses.   

Tentang INFP

| on
April 20, 2017

Salah satu alasan saya dulu pengen banget kuliah di Fakultas Psikologi adalah bayangan bahwa jadi psikolog itu keren, sering observasi manusia, sekaligus bisa baca kepribadian orang (buku kali dibaca), tetapi memang terkadang  harapan tidak sesuai kenyataan, toh ternyata pas lulus dari fakultas psikologi, ilmu yang saya punya masih cetek banget, lebih cetek dari kolam renang anak kecil.

Satu hal yang pasti, sampai sekarang saya masih senang mempelajari berbagai keunikan seseorang dan juga mempelajari kepribadian diri sendiri.

Baru-baru ini, saya kembali mencoba tes tipe kepribadian di sebuah situs. Menurut saya pribadi situs ini cukup oke karena didasarkan pada teorinya Carl G. Jung yang terkenal dengan pembagian tipologi kepribadiannya (silakan di google kalau mau tahu lebih lanjut, hehe). Dalam perkembangannya, tes yang biasa dikenal dengan MBTI Test ini lebih sering digunakan untuk kebutuhan manajemen, bukan untuk kebutuhan psikologi. Yang pasti, lumayan kok untuk tahu sekedar karakter diri.

Nah berdasarkan tes ini (setelah mencoba beberapa kali), saya adalah seseorang dengan tipe INFP-A alias The-Mediator (Diplomat-Confident Individualism).

INFP : Introverted iNtuitive Feeling Prospecting