A Life Journal

learn . love . laugh

Breathe

| on
June 05, 2026

 


Halooo...


Beberapa bulan terakhir, warga negara Indonesia mungkin merasa lelah dengan berbagai kebijakan pemerintah, yang entah kenapa ada aja gebrakannya.


Kayak rekor banget, satu hari satu berita jelek, rupiah yang kian melemah, IHSG yang merah, dan kita yang cuma bisa bertahan. 


Kadang-kadang rasa cemas itu muncul, bertanya-tanya tentang kondisi Indonesia di masa depan, apakah anak-anak bisa bertahan juga? 


Alhasil yang bisa dilakukan sekarang adalah berdoa sebanyak banyaknya, yakin kalau Allah akan selalu melindungi, berusaha tetap berpikir positif di tengah berita negatif yang tidak ada habisnya. 

Berusaha tetap yakin kalau semua ini pada akhirnya terlewati juga...

Semoga...

Teruslah Bodoh, Jangan Pintar

| on
February 13, 2025

Haloooo, long time no see.


Mau nulis lagi di sini karena mau rambling tentang yang terjadi di Indonesia, yaa ampun, kalau ada pilihan untuk tinggal di negara lain, kayaknya mau ngambil deh (lho)...


Tagar kaburajadulu sampai rame di media sosial, bukan tidak mungkin banyak orang Indonesia yang kabur ke luar negeri mengingat pemerintahan saat ini yang entahlah kata apa yang cocok untuk menggambarkan, mau marah, mau kesel, tapi kok ini pilihan yang udah diambil sebagian besar rakyat Indonesia, mau ga mau kita harus terima segala konsekuensinya. 


Tahun 2045 Indonesia Emas? 


Mungkin Indonesia Cemas lebih tepat, yuk berdoa banyak-banyak untuk bangsa ini, semoga tetap bisa bertahan. 

Curhatan saat Pandemi

| on
September 10, 2020

Haloo halooo !


Ketemu lagi di blog setelah beberapa bulan. Ternyata sudah sekitar lima bulan sejak pandemi dimulai, entah sampai kapan, mungkin virusnya masih tetap ada walaupun vaksin sudah ditemukan, who knows? Di Indonesia, sampai sekarang kasus positif masih meningkat, perkiraan puncaknya baru terjadi pertengahan tahun depan, hufh, entah berapa banyak lagi tenaga kesehatan yang menjadi korban, huhu. 


Terus sekarang nulis di blog karena mau curhat, karena kalau curhatnya di media sosial, kasian para pembaca media sosial yang mendapat energi negatif, kalau di blog kayaknya lebih aman 😂. Lima bulan ini rasanya nano-nano, seneng karena Alhamdulillah masih bisa WFH dalam jangka waktu yang lama dan tidak mengalami pemotongan gaji, tapi juga merasa was-was dan lelah, karena yaa ampun, capee juga gaa bisa banyak berinteraksi dengan orang, gaa bisa ketemuan temen-temen, gaa bisa jalan-jalan seperti biasanya.


Selama lima bulan ini, lebih banyak di rumah, pergi keluar kalau ada perlu, menghadiri nikahan teman tapi nungguin tamunya sampai sepi, terus baru pergi ke mall dua kali, itu juga akhirnya memberanikan diri, untuk makan dan jalan-jalan sebentar, terus pulang lagi. Masih belum berani nongkrong-nongkrong kayak masa sebelum pandemi, tetap pakai masker dan pake hand sanitizer berulang-ulang. Makanya takjub banget sekarang ngeliat orang-orang yang udah pada liburan jauh, asik reunian, kadang tanpa masker, bangga posting hasil rapid test negatif, padahal hasilnya kadang gaa akurat, sungguh gaa heran kalau angka positif di Indonesia naik terus. 


New normal? huh? 

Dari Rumah

| on
March 30, 2020



Tahun 2020 baru bulan Maret, tapi sudah banyak banget kejadian besar, salah satunya pandemi virus COVID-19 (Corona) yang melanda di ratusan negara, termasuk di Indonesia, yang baru ketauan awal Maret kemarin. 
Tentang virus mungkin udah banyak banget yang bahas, jadi mari tidak usah membahas dia lebih banyak lagi, tapi mari bahas dampak yang ditimbulkannya.
  
Hari ini merupakan hari ke-9 dilaksanakannya working from home alias kerja dari rumah, bagi sebagian orang di kantor-kantor Jakarta. WFH ini diadakan sebagai tindak lanjut dari antisipasi untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19, karena Jakarta termasuk paling ditemukan kasus positif.

Hampir dua minggu berada di rumah aja. Sudah bosan, tapi yaa mau gimana, daripada kena virus kan yaa. Alhamdulillah masih punya privilege untuk berada di rumah aja, sementara banyak orang lain yang gaa punya kesempatan ini. Masih punya stok makanan, masih punya internet supaya gaa mati gaya banget. Efeknya yaa jadi sering laper aja karena di rumah terus. 

Pada akhirnya, walaupun berada di tengah pandemi, ternyata hidup saya masih baik-baik saja, dan mari bersyukur karena masih bisa mendapatkan segala kemewahan yang ada. Mari berdoa, semoga pandemi ini segera berlalu... 






Photo by Eduard Militaru on Unsplash

Hello, 2020 !

| on
January 23, 2020


Haloo halooo!

Memasuki dekade baru, dengan banyak rencana-rencana baru. Tahun ini awalnya gaa ingin membuat resolusi tahunan, tapi kok rasanya sayang kalau di akhir tahun nanti gaa punya bahan perbandingan pencapaian dari diri sendiri.

Akhirnya memutuskan membuat beberapa to do list, termasuk juga tantangan 30 hari bagi diri sendiri, semoga bisa terwujud. Jadi, kira-kira seperti inilah target tahun 2020:

1.Baca minimal 20 buku
Sejauh ini udah selesai baca 9 buku, semuanya baca di aplikasi Gramedia Digital berbayar, 89ribu/bulan, karena berbayar jadi semangat baca supaya gaa merasa rugi, hehe

2.Menulis minimal 12 postingan blog, dengan harapan setiap bulan bisa update

3.Nabung xxxjt
Tahun lalu merasa bersalah karena terlalu banyak belanja secara impulsif, yang kalau dijadiin tabungan lumayan banyak, jadi tahun ini mau lebih hemat, dimulai dengan membatasi belanja baju ataupun barang lain yang tidak diperlukan.

4.Ikutan 30 days challenge
Memutuskan untuk menantang diri sendiri untuk melakukan 30 hari tanpa gula, 30 hari eating clean, dan 30 hari social media detox, mungkin nanti akan ada tulisan sendiri terkait pengalaman 30 hari ini.

5.Ikutan 52 weeks photo challenge
Ingin balik rajin foto-foto lagi, supaya kameranya dipake.

Itu lima target utama tahun ini, selebihnya seperti resolusi pada umumnya, harapan untuk bisa lebih rajin olahraga, yang diulang setiap tahun, tapi hanya menjadi niat semata, hufh. 

Semoga tahun ini bisa mengalahkan diri sendiri, ayoo semangat !

Membaca Masa Lalu

| on
October 09, 2019

Hari ini gue iseng buka Tumblr lagi, ada yang punya Tumblr juga gaa?

Setelah sempat diblokir sama Kominfo selama beberapa waktu, mini blog ini jadi kayak mati suri gitu, mungkin efek ada media sosial lain juga yaa.

Hello, July!

| on
July 31, 2019

Halooo !

Tidak terasa sudah memasuki hari terakhir bulan Juli, salah satu bulan favorit saya, karena saya berulang tahun, hehe. 
Tahun ini genap berusia 27 tahun, masih muda, masih punya banyak hal yang belum dicoba, masih banyak petualangan di luar sana yang menunggu untuk dijelajah.

Ulang tahun kali ini terasa begitu banyak berkah yang diberikan Allah SWT. Kalau tahun lalu saya membuat daftar pelajaran di umur 26 tahun (bisa dibaca di sini). Tahun ini mau menuliskan gratitude list. 

Jadi, di usia sekarang, saya bersyukur karena masih bisa merasakan dan mengalami hal-hal berikut...

1. Minggu awal Juli, bisa menemani Dika lari half marathon di UI, sengaja ikutan demi bisa beli lumpia basah, haha. Pas banget abangnya baru buka pas kita lewat gerobaknya, sempet nungguin abangnya beres-beres pula, jadi pelanggan pertama deh. 


2. Orang-orang terdekat masih ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun di hari H, Dika dengan isengnya bagi-bagi Kopi Kenangan untuk yang berhasil membuat ucapan paling bagus via IG stories. Entah  mengapa banyak yang nyuruh sabar menghadapi Dika, padahal kan Dika yang lebih sabar sama saya. 

3. Akhirnya punya tas ransel Fjallraven Kanken, hasil malak kado dari Dika, hehehe. 

4. Mendapat kejutan kue ulang tahun di kantor seperti tahun lalu, kuenya warna pink pula, not so me, tapi rasanya enak, manis asam rasa yogurt. Gak lupa juga pada ngasih kado, Alhamdulillah.

5. Mendapat oleh-oleh tas dari mama yang baru pulang dari Amerika, lumayan tas Coach dan Kipling. Makin banyak euy koleksi tasnya, padahal tempat nyimpennya segitu-gitu aja. 

6. Adek saya akhirnya keterima kuliah di UGM, akuntansi internasional, Alhamdulillah masuk universitas negeri semua. Semoga dia bisa berkuliah dengan lancar di sana. 

7. Dapat kabar kalau papa naik jabatan di kantornya, tadinya papa udah gaa ngarep lagi, tapi Alhamdulillah ternyata masih diberi amanah baru. 

8. Terus akhir pekan lalu, belanja-belanja di JakartaxBeauty Senayan City, untung gaa kalap-kalap banget, walaupun tetap out of budget dari yang direncanakan sebelumnya, dan sekaligus ketemuan sama sohib kuliah, seharian keliling mall, kaki pegal tapi hati senang.
Mereka gaa nanya-nanya mau kado apa, tapi ternyata diberikan kado yang sesuai wishlist barang di Tokopedia, rezeki memang gaa kemana. 

9. Bulan ini juga masih ditanyakan beberapa kali tentang punya anak, udah mulai gaa terlalu dipikirkan, tapi berencana untuk mulai coba periksa ke dokter, doakan yaa semoga bisa melewati semua dengan tenang. 

10. Bulan ini mulai menulis jurnal lagi, untuk mengurangi pikiran-pikiran yang tidak perlu, terus saya mulai yoga lagi supaya badan lebih sehat, dan bisa tetap makan enak tapi khawatir gendut, haha. Bulan depan mau coba tantangan baru, yaitu mengurangi gula selama 30 hari, semoga berhasil.

Sekian rekap ulang tahun kali ini. See you !

Menunggu Giliran

| on
July 08, 2019


Setiap mendengar kabar duka, entah mengapa saya merasa seperti diingatkan kembali bahwa usia memang tidak ada yang pernah tahu.

Kematian selalu menjadi misteri tersendiri. Tapi, tak seperti menjemput jodoh dan rezeki yang senantiasa dipersiapkan sedemikian rupa, kita terkadang terlena bahwa nyawa yang kita punya hanyalah titipan semata, yang bisa direnggut sewaktu-waktu, tanpa persiapan apa-apa.
Padahal, kita semua tahu setiap manusia yang bernyawa nantinya akan mati, sesuai dengan takdirnya masing-masing.

Saya menyadari bahwa makin hari, sungguh tidak tertebak usia manusia, dulu kematian identik dengan orang-orang yang sudah berumur, sekarang, banyak yang usia muda sudah meninggal dunia.

Membuat saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya cukup menabung bekal amal untuk akhirat kelak?. Terkadang saat membaca kabar duka di media sosial, saya suka mengunjungi halaman media sosial yang bersangkutan, ingin tahu seperti apa sosoknya, seperti apa postingan terakhirnya. Terasa iseng yaa, namun dari sana, saya jadi membayangkan sendiri kalau suatu hari nanti saya sudah tidak ada di dunia, kira-kira apa yang saya tinggalkan, apakah bermanfaat atau tidak, berandai-andai apa yang kelak orang-orang terdekat saya rasakan ketika saya sudah tidak ada di dunia.

Berpikir tentang suatu hari nanti akan tiba giliran saya untuk meninggalkan dunia, saya jadi suka cemas, khawatir bekal pahala masih kurang banyak. 
Jadi, saat ini, saya hanya bisa berusaha sebisa mungkin bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain, semoga tabungannya nanti cukup untuk di akhirat, karena pada dasarnya, dunia ini hanya persinggahan semata.

Kita sedang menunggu giliran, bukan?

-----------------------------------

picture credit