Photo by Isabella Fischer on Unsplash
Halooooo lagi,
Selamat ulang tahun dear Fidelia,
"Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup kembali."(Q.S Maryam 33).
Photo by Isabella Fischer on Unsplash
Halooooo lagi,
Selamat ulang tahun dear Fidelia,
"Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup kembali."(Q.S Maryam 33).
Kayak rekor banget, satu hari satu berita jelek, rupiah yang kian melemah, IHSG yang merah, dan kita yang cuma bisa bertahan.
Kadang-kadang rasa cemas itu muncul, bertanya-tanya tentang kondisi Indonesia di masa depan, apakah anak-anak bisa bertahan juga?
Alhasil yang bisa dilakukan sekarang adalah berdoa sebanyak banyaknya, yakin kalau Allah akan selalu melindungi, berusaha tetap berpikir positif di tengah berita negatif yang tidak ada habisnya.
Berusaha tetap yakin kalau semua ini pada akhirnya terlewati juga...
Semoga...
Haloooo, long time no see.
Mau nulis lagi di sini karena mau rambling tentang yang terjadi di Indonesia, yaa ampun, kalau ada pilihan untuk tinggal di negara lain, kayaknya mau ngambil deh (lho)...
Tagar kaburajadulu sampai rame di media sosial, bukan tidak mungkin banyak orang Indonesia yang kabur ke luar negeri mengingat pemerintahan saat ini yang entahlah kata apa yang cocok untuk menggambarkan, mau marah, mau kesel, tapi kok ini pilihan yang udah diambil sebagian besar rakyat Indonesia, mau ga mau kita harus terima segala konsekuensinya.
Tahun 2045 Indonesia Emas?
Mungkin Indonesia Cemas lebih tepat, yuk berdoa banyak-banyak untuk bangsa ini, semoga tetap bisa bertahan.
Haloo halooo !
Ketemu lagi di blog setelah beberapa bulan. Ternyata sudah sekitar lima bulan sejak pandemi dimulai, entah sampai kapan, mungkin virusnya masih tetap ada walaupun vaksin sudah ditemukan, who knows? Di Indonesia, sampai sekarang kasus positif masih meningkat, perkiraan puncaknya baru terjadi pertengahan tahun depan, hufh, entah berapa banyak lagi tenaga kesehatan yang menjadi korban, huhu.
Terus sekarang nulis di blog karena mau curhat, karena kalau curhatnya di media sosial, kasian para pembaca media sosial yang mendapat energi negatif, kalau di blog kayaknya lebih aman 😂. Lima bulan ini rasanya nano-nano, seneng karena Alhamdulillah masih bisa WFH dalam jangka waktu yang lama dan tidak mengalami pemotongan gaji, tapi juga merasa was-was dan lelah, karena yaa ampun, capee juga gaa bisa banyak berinteraksi dengan orang, gaa bisa ketemuan temen-temen, gaa bisa jalan-jalan seperti biasanya.
Selama lima bulan ini, lebih banyak di rumah, pergi keluar kalau ada perlu, menghadiri nikahan teman tapi nungguin tamunya sampai sepi, terus baru pergi ke mall dua kali, itu juga akhirnya memberanikan diri, untuk makan dan jalan-jalan sebentar, terus pulang lagi. Masih belum berani nongkrong-nongkrong kayak masa sebelum pandemi, tetap pakai masker dan pake hand sanitizer berulang-ulang. Makanya takjub banget sekarang ngeliat orang-orang yang udah pada liburan jauh, asik reunian, kadang tanpa masker, bangga posting hasil rapid test negatif, padahal hasilnya kadang gaa akurat, sungguh gaa heran kalau angka positif di Indonesia naik terus.
New normal? huh?
Hello there, I'm a wife and work as civil servant in Jakarta. I blog about everyday life, work, and everything in between. Thank you for stopping by.