learn . love . laugh

Showing posts with label Daily Life. Show all posts
Showing posts with label Daily Life. Show all posts

Curhatan saat Pandemi

| on
September 10, 2020

Haloo halooo !


Ketemu lagi di blog setelah beberapa bulan. Ternyata sudah sekitar lima bulan sejak pandemi dimulai, entah sampai kapan, mungkin virusnya masih tetap ada walaupun vaksin sudah ditemukan, who knows? Di Indonesia, sampai sekarang kasus positif masih meningkat, perkiraan puncaknya baru terjadi pertengahan tahun depan, hufh, entah berapa banyak lagi tenaga kesehatan yang menjadi korban, huhu. 


Terus sekarang nulis di blog karena mau curhat, karena kalau curhatnya di media sosial, kasian para pembaca media sosial yang mendapat energi negatif, kalau di blog kayaknya lebih aman 😂. Lima bulan ini rasanya nano-nano, seneng karena Alhamdulillah masih bisa WFH dalam jangka waktu yang lama dan tidak mengalami pemotongan gaji, tapi juga merasa was-was dan lelah, karena yaa ampun, capee juga gaa bisa banyak berinteraksi dengan orang, gaa bisa ketemuan temen-temen, gaa bisa jalan-jalan seperti biasanya.


Selama lima bulan ini, lebih banyak di rumah, pergi keluar kalau ada perlu, menghadiri nikahan teman tapi nungguin tamunya sampai sepi, terus baru pergi ke mall dua kali, itu juga akhirnya memberanikan diri, untuk makan dan jalan-jalan sebentar, terus pulang lagi. Masih belum berani nongkrong-nongkrong kayak masa sebelum pandemi, tetap pakai masker dan pake hand sanitizer berulang-ulang. Makanya takjub banget sekarang ngeliat orang-orang yang udah pada liburan jauh, asik reunian, kadang tanpa masker, bangga posting hasil rapid test negatif, padahal hasilnya kadang gaa akurat, sungguh gaa heran kalau angka positif di Indonesia naik terus. 


New normal? huh? 

Hello, 2020 !

| on
January 23, 2020


Haloo halooo!

Memasuki dekade baru, dengan banyak rencana-rencana baru. Tahun ini awalnya gaa ingin membuat resolusi tahunan, tapi kok rasanya sayang kalau di akhir tahun nanti gaa punya bahan perbandingan pencapaian dari diri sendiri.

Akhirnya memutuskan membuat beberapa to do list, termasuk juga tantangan 30 hari bagi diri sendiri, semoga bisa terwujud. Jadi, kira-kira seperti inilah target tahun 2020:

1.Baca minimal 20 buku
Sejauh ini udah selesai baca 9 buku, semuanya baca di aplikasi Gramedia Digital berbayar, 89ribu/bulan, karena berbayar jadi semangat baca supaya gaa merasa rugi, hehe

2.Menulis minimal 12 postingan blog, dengan harapan setiap bulan bisa update

3.Nabung xxxjt
Tahun lalu merasa bersalah karena terlalu banyak belanja secara impulsif, yang kalau dijadiin tabungan lumayan banyak, jadi tahun ini mau lebih hemat, dimulai dengan membatasi belanja baju ataupun barang lain yang tidak diperlukan.

4.Ikutan 30 days challenge
Memutuskan untuk menantang diri sendiri untuk melakukan 30 hari tanpa gula, 30 hari eating clean, dan 30 hari social media detox, mungkin nanti akan ada tulisan sendiri terkait pengalaman 30 hari ini.

5.Ikutan 52 weeks photo challenge
Ingin balik rajin foto-foto lagi, supaya kameranya dipake.

Itu lima target utama tahun ini, selebihnya seperti resolusi pada umumnya, harapan untuk bisa lebih rajin olahraga, yang diulang setiap tahun, tapi hanya menjadi niat semata, hufh. 

Semoga tahun ini bisa mengalahkan diri sendiri, ayoo semangat !

Hello, July!

| on
July 31, 2019

Halooo !

Tidak terasa sudah memasuki hari terakhir bulan Juli, salah satu bulan favorit saya, karena saya berulang tahun, hehe. 
Tahun ini genap berusia 27 tahun, masih muda, masih punya banyak hal yang belum dicoba, masih banyak petualangan di luar sana yang menunggu untuk dijelajah.

Ulang tahun kali ini terasa begitu banyak berkah yang diberikan Allah SWT. Kalau tahun lalu saya membuat daftar pelajaran di umur 26 tahun (bisa dibaca di sini). Tahun ini mau menuliskan gratitude list. 

Jadi, di usia sekarang, saya bersyukur karena masih bisa merasakan dan mengalami hal-hal berikut...

1. Minggu awal Juli, bisa menemani Dika lari half marathon di UI, sengaja ikutan demi bisa beli lumpia basah, haha. Pas banget abangnya baru buka pas kita lewat gerobaknya, sempet nungguin abangnya beres-beres pula, jadi pelanggan pertama deh. 


2. Orang-orang terdekat masih ingat untuk mengucapkan selamat ulang tahun di hari H, Dika dengan isengnya bagi-bagi Kopi Kenangan untuk yang berhasil membuat ucapan paling bagus via IG stories. Entah  mengapa banyak yang nyuruh sabar menghadapi Dika, padahal kan Dika yang lebih sabar sama saya. 

3. Akhirnya punya tas ransel Fjallraven Kanken, hasil malak kado dari Dika, hehehe. 

4. Mendapat kejutan kue ulang tahun di kantor seperti tahun lalu, kuenya warna pink pula, not so me, tapi rasanya enak, manis asam rasa yogurt. Gak lupa juga pada ngasih kado, Alhamdulillah.

5. Mendapat oleh-oleh tas dari mama yang baru pulang dari Amerika, lumayan tas Coach dan Kipling. Makin banyak euy koleksi tasnya, padahal tempat nyimpennya segitu-gitu aja. 

6. Adek saya akhirnya keterima kuliah di UGM, akuntansi internasional, Alhamdulillah masuk universitas negeri semua. Semoga dia bisa berkuliah dengan lancar di sana. 

7. Dapat kabar kalau papa naik jabatan di kantornya, tadinya papa udah gaa ngarep lagi, tapi Alhamdulillah ternyata masih diberi amanah baru. 

8. Terus akhir pekan lalu, belanja-belanja di JakartaxBeauty Senayan City, untung gaa kalap-kalap banget, walaupun tetap out of budget dari yang direncanakan sebelumnya, dan sekaligus ketemuan sama sohib kuliah, seharian keliling mall, kaki pegal tapi hati senang.
Mereka gaa nanya-nanya mau kado apa, tapi ternyata diberikan kado yang sesuai wishlist barang di Tokopedia, rezeki memang gaa kemana. 

9. Bulan ini juga masih ditanyakan beberapa kali tentang punya anak, udah mulai gaa terlalu dipikirkan, tapi berencana untuk mulai coba periksa ke dokter, doakan yaa semoga bisa melewati semua dengan tenang. 

10. Bulan ini mulai menulis jurnal lagi, untuk mengurangi pikiran-pikiran yang tidak perlu, terus saya mulai yoga lagi supaya badan lebih sehat, dan bisa tetap makan enak tapi khawatir gendut, haha. Bulan depan mau coba tantangan baru, yaitu mengurangi gula selama 30 hari, semoga berhasil.

Sekian rekap ulang tahun kali ini. See you !

Rencana-Rencana

| on
March 25, 2019
Banyak yang bilang kalau resolusi yang dibuat setiap awal tahun biasanya akan berakhir dengan kegagalan alias ujungnya tidak dilakukan juga. Tapi, entah mengapa saya tetap aja membuat rencana, supaya ada arah dalam menjalani tahun 2019 ini. Jadi, walaupun seandainya di akhir tahun, ada beberapa rencana yang tidak terealisasi, saya tahu bahwa saya sudah melalui sebuah proses.



Beberapa rencana tahun 2019, adalah sebagai berikut:

1.Lebih banyak olahraga (resolusi dari tahun ke tahun, haha).
Target tahun ini berharap bisa konsisten min. 2x workout/minggu. Kalau tahun lalu sampai ikutan member perbulan di House of Shafa, Tebet, tahun ini saya mulai untuk mencoba olahraga di rumah saja, berbekal video youtube, murah meriah, hemat waktu juga, terus saya juga mengunduh aplikasi workout di hp supaya ada notifikasi pengingat untuk olahraga.  

2.Baca lebih banyak buku.
Tahun ini target baca 19 buku, kenapa 19? karena ini tahun 2019 😂. Semoga bisa lebih dari target, karena awal tahun kemarin akhirnya memutuskan untuk membeli Kindle, jadi sebenernya udah gaa ada alasan untuk gaa baca buku, supaya Kindle-nya juga gaa mubadzir karena jarang digunakan.

3.Save more money.
Agar tidak selalu spend,spend,spend. Saya juga menggunakan aplikasi Money Lover versi premium di hp untuk mencatat pengeluaran. Kali ini, saya mencoba untuk lebih telaten menulis setiap pengeluaran yang dilakukan, terutama untuk pengeluaran personal (karena kalau untuk pengeluaran keluarga udah dibudget di awal bulan), setelah dicek, ternyata selama tiga bulan ini, saya masih boros untuk jajan barang yang sebenarnya gaa penting-penting amat, cuma karena kepengen aja, huhuhu. Keliatannya harganya murah, tapi ternyata setelah diakumulasi dalam sebulan, jumlah uangnya bisa buat investasi, mari semangat mengencangkan dompet lagi. 

4.Terakhir, travel more!
Tahun ini semoga bisa jalan-jalan ke minimal dua tempat baru, semoga bisa lebih itu, karena saat ini, jalan-jalan adalah sebuah kebutuhan, eh gimana.

Demikianlah rencana-rencana tahun ini dibuat sedemikian rupa, semoga di akhir tahun nanti tidak berakhir menjadi wacana semata.

2019: Word of The Year

| on
February 11, 2019


Haloo halooo, akhirnya saya sempat menulis lagi. 

Setelah membuat blog di platform Blogspot, kemudian pindah ke Wordpress bahkan sudah sampai mempunyai domain pribadi, saya memutuskan kembali ke platform Blogspot, alasannya sederhana, karena saya terlanjur suka untuk mengutak-atik desain template blog (bukannya banyakin nulis post, ckck), dan di domain pribadi gaa banyak kesempatan untuk utak-atik template, atau mungkin sayanya aja yang gaptek, yaa udah balik deh ke Blogspot, hehe. 

Jadi begitulah, di tahun 2019 mau konsisten nulis lagi di platform ini, mau nulis tema-tema yang sedang diminati sekarang, jadi ada beberapa tulisan yang dihapus, seperti tulisan-tulisan yang agak-agak galau, nah tulisan-tulisan yang kayak gitu sepertinya akan saya post di platform Tumblr, seneng banget karena Tumblr udah gaa diblock, ayoo ayoo main di Tumblr lagi. 

Sekarang, saya mau sedikit kilas balik ke tahun 2018. Buat saya tahun 2018 terasa cepat berlalu, awal tahun sudah diisi dengan perjalanan dinas, akhir tahun diisi dengan deadline pekerjaan. Eh, di antara itu diisi dengan pertanyaan kapan punya anak.
Tapi, Alhamdulillah semua masih bisa dilewati dan dinikmati.

Tahun 2018, sadar atau tidak, Indonesia banyak sekali ditimpa bencana, bahkan di hari pertama tahun 2019 pun sudah ada bencana di Sukabumi.
Saya jadi bertanya-tanya sendiri, sebenarnya apa yang saya kejar?
Merasa terburu-buru melakukan sesuatu, namun pada setiap detik yang terlewati, Tuhan bisa menghempaskan segala yang kita punya, kapan pun, tanpa ampun.

Oleh karena itu, tahun ini saya tidak membuat banyak resolusi, walaupun tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari. Selain itu di tahun ini juga saya memutuskan untuk memilih satu kata alias word of the year, yang nantinya bisa menjadi patokan dan tema besar dalam menjalankan resolusi selama tahun 2019. 

Mengapa menggunakan word of the year?
Karena saya orangnya gampang skip, mudah berubah-ubah, terus nanti ujung-ujungnya resolusi tahunan yang sudah dibuat akan diulang ke tahun selanjutnya, jadi tidak berkembang. Dengan menggunakan sebuah kata pilihan di tahun ini, harapannya saya bisa lebih fokus dalam melakukan resolusi yang sudah dirancang, ibarat mantra, jadi satu kata ini akan saya ingat-ingat terus kalau melakukan hal-hal yang diluar resolusi atau ketika malas melakukan rencana-rencana yang dibuat. 

Tahun 2019 ini, kata saya saya pilih adalah:"Mindfulness"
Pengertian sederhananya yaitu "the quality or state of being conscious", atau bahasa mudahnya adalah sadar. 
Berharap di tahun 2019 ini, saya bisa lebih sadar dalam menjalankan sesuatunya, termasuk mau mencoba menerapkan gaya hidup "mindful living", tidak gegabah apabila melakukan segala sesuatunya, senantiasa dapat mensyukuri setiap rezeki yang diberikan, bisa mengambil hikmah dalam setiap keadaaan, dan tidak terjebak pada kecepatan orang lain, karena saya punya kecepatan sendiri, dan punya impian-impian yang tidak bisa selalu dibandingkan dengan kehidupan orang lain. 

Semoga.


-----------------------------------

Delapanbelas

| on
December 19, 2016
H+1 menikah, tapi rasanya masih kayak jomblo bahagia aja, haha..

Oh jadi begini rasanya menikah, iya, masih berasa jetlag gitu, gaa nyangka kalau udah nikah, apalagi nikahnya sama si dia, udah kelamaan temenan deket, gaa berasa udah jadi suami istri, tapi udah ada cincin melingkar di jari manis, udah not available lagi deh, haha :’D

Alhamdulillah, satu tahap perkembangan di usia dewasa muda telah terlewati, dengan lancar tanpa hambatan, dan bahkan cenderung terlalu santai, sampai mungkin gaa berasa banget tau-tau udah selesai. Alhamdulillah, sudah menjadi dua keluarga euy. Keluarga yang sudah besar ini jadi tambah membesar, Alhamdulillah, tidak berhenti bersyukur nikmat-Nya.

Ternyata begini rasanya pernikahan, saatnya membangun rumah tangga, hidup bersama secara mandiri. Ketika tanggung jawab orangtua sudah berpindah sepenuhnya ke suami…, ketika semua kebutuhan yang selama ini masih senantiasa dibantu orangtua (sekarang juga masih ngerepotin sih), jadi benar-benar mengambil keputusan sendiri (bersama suami).

Rasanya? asli campur aduk, senang, terharu, sedih, penuh harap-harap cemas, karena tidak tahu ke depannya akan seperti apa. Tidak tahu ada apa di depan sana. Hanya bisa senantiasa berdoa supaya dimudahkan jalannya, semoga bisa dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dapat terus bermanfaat bagi orang-orang sekitar, dan tetap berbakti kepada orangtua.

Tentu kami bukan apa-apa tanpa orangtua kami, tentu kami tak akan pernah sanggup membalas jasa kedua orangtua kami. Semoga kebahagiaan yang kami rasakan juga dirasakan kedua orangtua kami dan orang-orang yang menyayangi kami.

Terima kasih untuk setiap doa yang begitu tulus yang mengantarkan kami untuk melangkah sejauh ini.

-----

We’re officially getting married dan can’t wait to start our new journey !

-Fidelia Karina Mirelva & Edo Velandika-

Ahad, 18 Desember 2016