H+1 menikah, tapi rasanya masih kayak jomblo bahagia aja, haha..
Oh jadi begini rasanya menikah, iya, masih berasa jetlag gitu, gaa nyangka kalau udah nikah, apalagi nikahnya sama si dia, udah kelamaan temenan deket, gaa berasa udah jadi suami istri, tapi udah ada cincin melingkar di jari manis, udah not available lagi deh, haha :’D
Alhamdulillah, satu tahap perkembangan di usia dewasa muda telah terlewati, dengan lancar tanpa hambatan, dan bahkan cenderung terlalu santai, sampai mungkin gaa berasa banget tau-tau udah selesai. Alhamdulillah, sudah menjadi dua keluarga euy. Keluarga yang sudah besar ini jadi tambah membesar, Alhamdulillah, tidak berhenti bersyukur nikmat-Nya.
Ternyata begini rasanya pernikahan, saatnya membangun rumah tangga, hidup bersama secara mandiri. Ketika tanggung jawab orangtua sudah berpindah sepenuhnya ke suami…, ketika semua kebutuhan yang selama ini masih senantiasa dibantu orangtua (sekarang juga masih ngerepotin sih), jadi benar-benar mengambil keputusan sendiri (bersama suami).
Rasanya? asli campur aduk, senang, terharu, sedih, penuh harap-harap cemas, karena tidak tahu ke depannya akan seperti apa. Tidak tahu ada apa di depan sana. Hanya bisa senantiasa berdoa supaya dimudahkan jalannya, semoga bisa dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dapat terus bermanfaat bagi orang-orang sekitar, dan tetap berbakti kepada orangtua.
Tentu kami bukan apa-apa tanpa orangtua kami, tentu kami tak akan pernah sanggup membalas jasa kedua orangtua kami. Semoga kebahagiaan yang kami rasakan juga dirasakan kedua orangtua kami dan orang-orang yang menyayangi kami.
Terima kasih untuk setiap doa yang begitu tulus yang mengantarkan kami untuk melangkah sejauh ini.
-----
We’re officially getting married dan can’t wait to start our new journey !
-Fidelia Karina Mirelva & Edo Velandika-
Ahad, 18 Desember 2016

Be First to Post Comment !
Post a Comment