learn . love . laugh

Lima Hari Puasa Instagram

| on
September 01, 2017


Beberapa waktu terakhir, saya merasa lelah menggunakan aplikasi media sosial, dan akhirnya memutuskan untuk menghapus aplikasi Path dari ponsel, dengan alasan Path sudah mulai gaa seru lagi dan sudah tidak seramai dulu, mungkin orang-orang sudah pada pindah juga ?

Sebelumnya saya pun telah menghapus aplikasi Facebook, sekarang kalau cek Facebook hanya sesekali lewat situs, dan tidak pernah update, seringnya mengecek sebentar untuk tahu hal yang sedang ramai dibicarakan didebatkan.


Kemudian, setelah berpikir beberapa hari, akhirnya saya pun menghapus aplikasi Instagram dari ponsel, walaupun setelah lima hari, saya mengunduh kembali aplikasi tersebut. Jadi, kurang lebih selama lima hari saya puasa main Instagram, dan ternyata menyenangkan juga bisa refresh sejenak dari media sosial. Selama lima hari tersebut, saya lebih sering menggunakan Twitter (yaa, saya kembali menggunakan Twitter setelah sempat berhenti beberapa lama) ๐Ÿ˜….

Saya merasa banyak belajar dari tidak bermain Instagram, diantaranya sebagai berikut:

MENGURANGI RASA KEPO

Siapa yang menggunakan Instagram untuk sekadar mencari gosip terkini? Saya yakin hampir semua orang yang punya aplikasi ini senang kepo, paling gaa yaa ngikutin berita artis atau selegram atau bahkan rakyat biasa, bahkan tayangan infotainment sekarang mengambil berita dari Instagram (lambe turah, lambe nyinyir, news bikin gregetan, dan lambe-lambe lainnya, you name it), gampang banget deh sekarang kalau bikin berita, tinggal screenshot, dikomentarin, dan ditayangkan di TV.

Terus kebetulan pada hari pertama dan kedua puasa Instagram, lagi ramai tweet tentang gaya parenting seorang artis di Instagram, jadilah ingin kepo tapi berhubung gaa ada aplikasinya, saya hanya menikmati ocehan via Twitter. Lumayan jadi tau infonya sedikit, namun tidak sampai membuat saya merasa perlu buka Instagram.

HEMAT BATERE, HEMAT KUOTA

Selama lima hari gaa main Instagram, saya merasa batere ponsel lebih bertahan lama, yeay!, satu hari paling hanya harus charge satu kali, dan rasanya juga kuota internet lebih hemat karena gaa melihat IG story teman-teman.

HIDUP TERASA LEBIH PRODUKTIF

Biasanya saya bisa mengecek aplikasi Instagram setiap jam, dengan siklus: buka IG – melihat update/feed terbaru – cek IG story – kemudian ditutup kembali. Saat tidak ada aplikasi ini di ponsel terasa sekali tangan masih otomatis mengecek tempat aplikasi Instagram berada sebelumnya.

Namun, selama lima hari ini, saya bisa mengalihkan pikiran dengan mengerjakan hal lain dan tidak terpaku pada feed Instagram orang-orang yang kadang bikin iri atau bikin rasa cemas tersendiri (pernah merasa seperti itu juga gaa sih?) ๐Ÿ˜”. Selain itu, saya bisa menulis di jurnal, baca buku, belajar brush lettering, dan rasanya enak juga tanpa aplikasi ini, bisa jadi produktif gitu, hehe.

Pada akhirnya, saya merasa terbiasa untuk tidak menggunakan aplikasi Instagram, hidup masih baik-baik saja tanpa Instagram, dan bahkan terasa lebih ringan, karena saya terhubung kembali dengan orang-orang dan lingkungan di sekitar saya yang nyata, dan tidak terlalu terpengaruh pada feed Instagram yang kadang bikin silau.

"Saya pun belajar untuk tidak selalu membandingkan kehidupan yang saya jalani dengan kehidupan orang lain (yang terkadang tampak lebih sempurna) di Instagramnya."

Dan yang lebih penting, saya merasa kepala saya tidak dipenuhi berbagai informasi dari media sosial, terasa sekali saat saya kembali main Instagram, kepala langsung terasa pusing, banyak sekali hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting ikut masuk ke otak. 

Jadi, mungkin saya akan melakukan puasa Instagram ini secara berkala, demi kesehatan jiwa ๐Ÿ˜€.

Atau mungkin saya perlu menghapus Instagram secara permanen? 

-----
Kamu sendiri gimana? Apa cara kamu untuk tidak terlalu terikat dengan media sosial?


Credit: Photo by Kari Shea on Unsplash
Be First to Post Comment !
Post a Comment